KERANGKA KONSEP TEORI AKUNTANSI SYARIAH


Kali ini aku menulis materi mengenai kerangka konsep teori akuntansi syariah. pembahasan sebelumnya aku sudah menulis tentang akuntansi konvensional. konsep teori syariah sangat berbeda dengan teori konvensional. selamat membaca..

KERANGKA KONSEP TEORI AKUNTANSI SYARIAH

Konseptual teori yang dilahirkan oleh rekan dan badan: Dibuat oleh Haniffa dan Hudaib (2000) dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah yang dikeluarkan DSAK-IAI (2007).

KERANGKA HANFIFFA DAN HUDAIB
Hanfiffa dan Hudaib (2000)mengemukakan bahwa kerangka konsep teori Akuntansi syariah itu terdiri dari beberapa level yang saling mempengaruhi:

  • Level I : Al-quran dan Hadist,qiyas,Ijtihad dan Ijma
  • Level II : Syariat Islam. Tujuan dari syariat ini adalah
  1. Menciptakan keadilan sosial dan kebaikan
  2. Merealisir kebaikan kepada masyarakat baik di dunia maupun di akhirat (al-falah)
  • Level III : Etika dan Moralitas. Ini terdiri dari :
  1. Iman
  2. Taqwa
  3. Kebaikan
  4. Ibadah
  5. Kewajiban
  6. Ikhtiar
  7. Hubungan dengan Allah
  8. Hubungan dengan Manusia
  9. Berkah
  • Level IV : Bangunan Politik, Ekonomi dan Sosial
  1. Politik berdasarkan musyawarah dan tanggung jawab
  2. Ekonomi yang halal, tanpa riba, menunaikan zakat
  3. Sosial menekankan kepentingan publik dan amanah.

Selain itu,mereka juga menekankan bahwa Akuntansi Islam memiliki dimensi yang berkaitan antara satu dengan yang lain :

  1. Mencari keridhoan Allah
  2. Menciptakan keadilan ekonomi dan social
  3. Memenuhi kepentingan pribadi yang dibatasi syariat
  • Beberapa penjelasan tambahan tentang pengukuran dan pengungkapan dalam Akuntansi sebagai berikut :
  1. Zakat bukan merupakan biaya tapi bagian dari ibadah
  2. Bebas Bunga : Perusahaan harus menggunakan konsep bagi hasil bukan berdasarkan riba
  3. Bisnis Hasil : Tidak melakukan transaksi spekulasi,penawaran palsu dan cara terlarang lainnya
  4. Kasih sayang Allah : Mengakui keesaan dan kekuasaan Allah
  5. Kebenaran : Sukses dan kegagalan urusan Tuhan
  6. Pertanggungjawaban : bertanggungjawab kepada manusia dan Allah.

 

DEWAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN-IAI
Kerangka konsep DSAK-IAI pertama kali terbit tahun 2000 melalui PSAK No.59 yang menyertai standar akuntansi perbankan syariah dan dikhususkan untuk menyusun laporan keuangan bank syariah

  • Menurut Dewan Standar Akuntansi Keuangan, KDPPLKS ini dimaksudkan sebagai acuan untuk:
  1. Sebagai dasar dalam penyusunan srandar akuntansi syariah.
  2. Sebagai pedoman dalam penyusunan laporan keuangan entitas syariah.
  3. Sebagai acuan bagi auditor dalam mengaudit LKS untuk memberikan opini.
  4. Untuk memahami makna informasi yang ada di LKS oleh para pembaca laporan keuangan.
  • Tujuan LKS menurut KDPPLKS adalah :
  1. Tujuan Utama

LKS digunakan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan .

  1. Tujuan Lain dari LKS :

a)      Meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua hal

b)      Menyajikan informasi tentang kepatuhan terhadap syariah

c)      Menyediakan informasi asset,kewajiban,pendapatan dan beban yang tidak sesuai syariah

d)     Mengevaluasi pemenuhan tanggungjawab entitas

e)      Memberikan informasi tentang keuntungan yang diperoleh investor,pemilik dana syirkah temporer

f)       Memberikan informasi mengenai kewajiban entitas dalam pelaksanaan kewajiban sosial, zakat, infaq, dan wakaf.

  • Asumsi Dasar
    Asumsi dasar tidak dijelaskan makna dalam kerangka dasar. Kami mengerti karena asumsi dasar ini diambil secara mentah-mentah dari kerangka dasr yang disusun oleh organisasi akuntan international atau IASC.
    DSAK mengemukakan bahwa asumsi dasar dalam penyusunan LKS ada dua yaitu:

1)      Dasar Akkrual

2)      Kelangsungan Usaha

Namun kalau dilihat dari penjelasan masing-masing dasar, dapat dipahami bahwa asumsi dasar ini adalah metode yang dipakai dalam penyusunan laporan keuangan.
Sifat kualitas LKS

  • Sifat Kualitas Utama (primer) ada empat yaitu :
  1. Dapat dipahamièInformasi yang disajikan harus mudah dan segera dipahami oleh pemakainya dan pada saat yang sama dianggap pembaca harus memiliki pengetahuan untuk membaca laporan keuangan.
  2. RelevanèArtinya memenuhi kebutuhan pemakai dalam pengambilan keputusan.
  3. Keandalan (reability)èInformasi harus dapat dipercaya bebas dari pengertian yang menyesatkan, tidak mengandung kesalahan material,dan disajikan secara jujur.
  4. Dapat diperbandingkanèLKS harus bisa dibandingkan antar periode dapat dilihat kecenderungan posisi keuangan.
  • Sifat lainnya berarti bukan utama (sekunder) adalah:
  1. MaterialitasèInformasi relevan harus memikirkan materialitasnya. Materialitas berarti kalau lalai mencantumkannya atau salah akan mempengaruhi keputusan ekonomi pemakainya.
  2. Penyajian jujurèInformasi yang disajikan harus mencatat semua transaksi dan peristiwa lainnya secara jujur.
  3. Substansi mengungguli bentukèAgar penyajian LKS jujur maka peristiwa yang dicatat harus sesuai dengan realitas ekonomi.
  4. NetralitasèLKS adalah informasi untuk kebutuhan umum.
  5. Pertimbangan sehatèHal-hal yang bersifat ketidakpastian maka dalam melakukan pertimbangan harus hati-hati.
  6. KelengkapanèInformasi dalam LKS harus lengkap dalam batas-batas tingkat materialitas.
  • Pemakai LKS :
  1. Investor
  2. Pemberi dana qardh
  3. Pemberi dana syirkah temporer
  4. Pemilik dana titipan
  5. Pembayar dan penerima ZIS & W
  6. Karyawan
  7. Pemasok dan mitra usaha
  8. Pelanggan
  9. Pemerintah
  10. Masyarakat
  • Kendala LKS yang relevan dan andal :
  1. Tepat waktu
  2. Keseimbangan antara biaya dan manfaat
  3. Keseimbangan antara sifat kualitas
  4. Penyajian wajar
  • Jenis Laporan LKS

a)      Laporan yang mencerminkan kegiatan komersil:

  1. Laporan posisi keuangan
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Arus Kas
  4. Laporan Perubahan Ekuitas

b)      Laporan yang mencerminkan kegiatan sosial:

  1. Laporan sumber dan penggunaan zakat
  2. Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan
  • Laporan yang mencerminkan tanggungjawab lainnya :

Walaupun DSAK tidak membuat kerangka dalam benyuk gambar namun menurut penulis mengacu pada ambar kerangka dasar akuntansi kapitalis. Kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah ini dibekali lagi oleh beberapa informasi tentang transaksi syariah, transaksi yang melanggar syariah, prinsip syariah, maqasud syariah dan karakteristik maksud syariah.

Sudah menemukan perbedaan konsep syariah dan konvensional?

mudah-mudahan materi kerangka konsep teori akuntansi syariah ini dapat membantu kamu …

makasih udah tengok tulisanku..

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s