Peran IMF dalam Akumulasi Utang Indonesia


Peran IMF dalam Akumulasi Utang Indonesia

Selain Bank Dunia, lembaga multilateral lain yang turut serta mempercepat akumulasi utang Indonesia adalah IMF, terutama pada dua tahun terakhir saat krisis ekonomi berlangsung. IMF diundang masuk ke Indonesia dalam upaya membantu kesulitan financial pemerintah dan juga membantu membuat program pemulihan ekonomi. Namun demikian, peran IMF dalam mengatasi krisis ekkonomi tersebut tidak lepas dari kepentingan IMF sendiri sebagai lembaga multilateral dan kepentingan Negara-negara pemegang saham terbesar (negara maju). Terapi yang salah dalam upaya pemulihan ekonomi mengakibatkan krisis yang semakin dalam dan pada akhirnya memerlukan dana (utang baru) sehingga akumulasi utang bertambah besar.

Kritik terhadap program-program pemulihan ekonomi pada Negara-negara yang terkena krisis di Asia dating dari beberapa ekonom, misalnya Paul Krugman (MIT) dan Jeffrey Sach (Havard). Kesalahan yang dibuat IMF dalam memberikan terapi adalah meminta Negara yang terkena krisis menghindari kebikan anggaran defisit dengan cara menaikkan pajak dan menurunkan anggaran belanja. Padahal, di kala sector swasta semaput, seharusnya sector pemerintah dapat menggatikan peran swasta tersebut.selain itu, IMF juga mengharuskan Negara yang terkena krisis menerapkan kebijakan moneter kontraktif yang mengakibatkan suku bunga di Indonesia melambung mencapai angka 60 %. Ditambah lagi, program penutupan bank yang tidak transparan membuat kepanikan yang luar biasa. Suku bunga super tinngi dan rush inilah yang mengakibatkan bank-bank kolaps kesulitan likuiditas. Pemerintah terpaksa menjamin dana-dana pihak ketiga di bank dan mengucurlah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Akibatnya, pemerintah harus mengeluarkan obligasi untuk merekapitalisasi bank-bank tersebut dan bunganya ditanggung oleh APBN. Hal ini belum lagi ditambah permasalahan pengembalian asset-aset yang dijaminkan atas pemberian BLBI tersebut. Kesalahan lain adalah pengaitan masalah-masalah politik dalam pencairan pinjaman. Walaupun pinjaman yang diberikan IMF tidak signifikan mempengaruhi cash flow keuangan pemerintah. Namun, dampak psikologis membuat ketidakpastian semakin tinggi yang pada akhirnya memperlambat pemulihan ekonomi itu sendiri.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s