GENDER DAN SEKS


Kali ini, saya membahas mengenai gender dan seks. Perbedaan gender dengan seks, serta bentuk ketidak adilan gender.

Pengertian dan Perbedaan Gender dan Seks

Gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggungjawab antara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Gender berbeda dengan seks. Seks adalah perbedaan jenis kelamin yang ditentukan secara biologis. Seks melekat secara fisik sebagai alat reproduksi. Oleh karena itu, seks merupakan kodrat atau ketentuan Tuhan sehingga bersifat permanen dan universal.

Gender bukan hanya sekedar perbedaan jenis kelamin. Gender adalah pemahaman dan nilai-nilai sosial yang diberikan kepada laki-laki atau perempuan dalam sebuah sistem sosial. Ada batas yang tegas antara sesuatu yang bersifat kodrati dan yang bukan kodrati. Kodrati tidak dapat diubah, sedangkan yang bukan kodrati adalah sesuatu yang berubah terus menerus. Gender bersifat dinamis dimana tiap masyarakat secara sosial memberikan ‘wajah’ yang berbeda padanya.

Pengertian Ketidakadilan Gender

Ketidakadilan gender adalah : berbagai tindak ketidakadilan atau diskriminasi yang bersumber pada keyakinan gender. Diskriminasi berarti: setiap pembedaan, pengucilan, atau pembatasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin, yang mempunyai tujuan mengurangi atau menghapus pengakuan, penikmatan atau penggunaan hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan pokok di bidang politik, ekonomi, dan lain-lain oleh perempuan, terlepas dari status perkawinan mereka, atas dasar persamaan antara perempuan dan laki-laki.

 

Bentuk Ketidakadilan Keyakinan Gender

  1. Marjinalisasi atau Pemiskinan

Suatu proses penyisihan yang mengakibatkan kemiskinan bagi perempuan atau laki-laki. Bentuknya macam-macam:

  • Terpinggirkannya karier perempuan untuk menjadi pimpinan, promosi atau pendidikan lanjut karena dianggap tidak sesuai jadi pimpinan
  • Perempuan tidak perlu pendidikan tinggi karena akhirnya nanti juga ke dapur
  • Pada laki-laki, adanya anggapan bahwa mereka sebagai penyangga ekonomi keluarga, akibatnya banyak yang drop-out krn harus bekerja
  1. Subordinasi atau penomorduaan

Sikap atau tindakan masyarakat yang menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dibanding laki-laki, dibangun atas dasar keyakinan satu jenis kelamin dianggap lebih penting atau lebih utama dibanding yang lain. Bentuknya macam-macam:

  • Perempuan sebagai konco wingking
  • Perempuan lebih dikalahkan dari laki-laki dalam pendidikan oleh keluarganya
  • Perempuan dianggap tidak cocok untuk berbagai pekerjaan
  • Mengurus rumahtangga dianggap sebagai kodrat perempuan
  1. Stereotype atau Pelabelan Negatif

Suatu sikap negatif masyarakat terhadap perempuan yang membuat posisi perempuan selalu pada pihak yang dirugikan. Stereotype merupakan pelabelan terhadap salah satu jenis kelamin yang seringkali bersifat negatif dan pada umumnya menyebabkan terjadinya ketidakadilan. Bentuknya macam-macam seperti, perempuan bersolek dianggap memancing perhatian lawan jenis, sehingga jika terjadi pelecehan seksual maka perempuan yang disalahkan. Perempuan perayu, mudah selingkuh.

  1. Violence atau Kekerasan terhadap perempuan

Segala bentuk kekerasan yang akibatnya berupa kerusakan atau penderitaan fisik, seksual, psikologis pada perempuan termasuk ancaman-ancaman dari perbuatan semacam itu, seperti paksaan atau perampasan yang semena-mena atas kemerdekaan, baik yang terjadi di tempat umum atau di dalam kehidupan pribadi seseorang.

  1. Beban Ganda/Double Burden

Adanya perlakuan terhadap salah satu jenis kelamin dimana yang bersangkutan bekerja jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis kelamin lainnya. Berbagai observasi menunjukkan bahwa perempuan mengerjakan hampir 90% dari pekerjaan dalam rumah tangga. Karena itu, bagi perempuan yang bekerja di luar rumah, selain bekerja di wilayah publik, mereka juga masih harus mengerjakan pekerjaan domestik.

 

Akibat Diskriminasi

Berbagai bentuk diskriminasi merupakan hambatan untuk tercapainya keadilan dan kesetaraan gender atau kemitrasejajaran yang harmonis antara perempuan dan laki-laki, karena dapat menimbulkan: konflik, stres pada salah satu pihak, dan relasi gender yang kurang harmonis.

Ternyatagender dan seks mengandung pengertian yang berbeda. Mudaah-mudaaaahan tulisaan ini dapat memberikan pengertian yang berbeda antaara gender dan seks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s