STRATEGI HARMONISASI PSAP PADA IPSAS


Di bawah ini saya menulis materi tentang strategi harmonisaasi PSAP padaaa IPSAS.

JENIS STRATEGI HARMONISASI

Empat strategi utama pembangunan SAP suatu bangsa dalam itikad harmonisasi PSAP dengan IPSAS, yaitu strategi (1) adopsi, (2) adaptasi, (3) menciptakan sendiri atau (4) strategi campuran dari ketiga ancangan itu.

Perihal ancangan keempat, dipahami sebagai konsep dasar bahwa strategi terpilih tak perlu selalu eksklusif secara mutual (mutually exclusive) opsi 1 sampai dengan 3 (bila dipilih satu opsi, berarti menolak opsi yang lain), sehingga strategi kombinasi (opsi 4) mungkin diterapkan.

Strategi ke 4 adalah strategi luwes, disesuaikan dengan kondisi, tentu dengan urutan prioritas opsi 1 bila mungkin. Bila opsi 1 tak mungkin diterapkan karena benturan hukum atau budaya bangsa, maka dipikirkan opsi ke 2. Apabila opsi ke 2 juga tak feasible atau tidak tersedia, maka barulah RI menggunakan opsi ke 3.

STRATEGI ADAPTASI

Adaptasi adalah sebuah strategi luwes dalam melakukan harmonisasi, menuju adopsi paripurna tanpa reserve. Harus ada tenggang waktu, masa transisi dan tahapan peralihan adaptasi, misalnya tahapan adaptasi dari 60 % adopsi (misalnya 4 tahun), menjadi 80 % adopsi (misalnya 2 tahun) atau adopsi penuh ( 100%) selama 2 tahun.

Strategi adaptasi dapat dilakukan dengan ancangan :

  1. Metode perkecualian. Caranya adalah memberi surat keputusan untuk mengadopsi suatu standar asing, namun dalam surat keputusan tersebut (1) menyebut paragraf-paragraf yang tidak berlaku di Indonesia, (2) Membuat kalimat pengganti paragraf yang tidak berlaku, bahkan dengan kalimat berlawanan dengan teks asli.
  2. Metode terjemah sekaligus mengubah setiap kalimat standar asing, dalam aspek :
  • Kaidah tata bahasa dan gaya pengungkapan khas Indonesia.
  • Menghapus aspek standar yang tak sesuai.
  • Mencipta kalimat atau paragraf tambahan, apabila kejelasan standar asing tidak memadai. Memasukkan unsur penjelasan tambahan dalam paragraf-paragraf bercetak huruf tegak.
  1. Mengambil hikmah standar asing, mengambil intisari standar asing.
  2. Mencipta standar Indonesia dengan mengarang sendiri standar Indonesia, tanpa menerjemahkan kalimat demi kalimat standar asing tersebut.

Metode terakhir lebih fragmatik, dengan kelemahan teks asli dan SAK Indonesia tak dapat dibandingkan kata-demi kata, kalimat demi kalimat, nomor demi nomor. Suatu bangsa yang yakin memahami medan makna teks asli, berani melakukan membentuk kalimat sendiri yang beresensi sama dengan teks asli.

Apabila bangsa tak percaya diri, maka terjemah kalimat-demi kalimat, kata-demi kata sepanjang mungkin, akan dilakukan dengan derajat kepatuhan tinggi. Akibatnya adalah (1) kalimat bahasa Indonesia terasa aneh, kata-kata disusun dengan ruh bahasa asing, dan (2) bagi sebagian orang, lebih mudah memahami teks asli dalam bahasa Inggris.

lanjut ke pembahasaan strategi harmonisasi PSAP pada IPSAS session 2 ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s