Principal Based dan Rules Based


Principal Based dan Rules Based

Perdebatan mengenai principal based dan rules based telah berlangsung selama lebih dari satu decade. Proses konvergensi IASB dengan FASB terus berjalan untuk menghilangkan perbedaan mendasar dari dua standar akuntansi dunia tersebut. Saat ini masih ada perbedaan antara standar keluaran IASB dan FASB. Namun, pengaruh FASB yang bersifat “Rule Based” di dalam standar-standar  keluaran IASB mulai terasa. Pengaruh US GAAP sangat terasa pada standar-standar mengenai instrument keuangan (IAS 32, IAS 39) dimana US GAAP memang memiliki standar mengenai instrument keuangan lebih dahulu sehingga standarnya dalam hal ini lebih matang. Garis Besar Haluan Standar Akuntansi (GBHSA) terbesar antara lain adalah penyusunan standar akan standar berbasis aturan (Rule based) atau standar berbasis prinsip (Principle based). IFRS Board memilih untuk mengacu pada standar berbasis prinsip.

Perbedaan Standar Berbasis Prinsip dan Standar Berbasis Aturan

Keterangan Principle Based Standard Rule Based Standard
Sifat Umum Spesifik dan Rinci
Isi Menguraikan apa yang harus dilakukan Menjelaskan bagaimana yang harus dilakukan
Karakteristik Cenderung ringkas dan bernomor sedikit Cenderung lebih elaborative dan  bernomor lebih banyak
Kepatuhan Diukur dengan tingkat kepatuhan Diukur dengan ukuran patuh atau melanggar peraturan

 

Keunggulan standar berbasis prinsip (Principle Based Standart)

Principle Based Standard memiliki beberapa keunggulan dibanding Rule Based standard, antara lain :

  1. Kosakata yang digunakan “standar” berarti kata yang digunakan dalam Principle Based Standard adalah prinsip-prinsip yang terpilih.
  2. Standar berbasis prinsip lebih mudah dipahami.
  3. Hubungan antara satu prinsip dengan prinsip lain menjadi lebih jelas.
  4. Konsistensi antar prinsip dan antar standar individual dapat lebih dijamin
  5. Kontradiksi prinsip lebih mudah ditengarai dan disempurnakan oleh para penyusun standar.

 Kelemahan Standar Berbasis Peratutan (Rule Based standart)

Beberapa kelemahan dari standar yang berbasis aturan antara lain :

  1. Standar berbasis aturan selalu dirasa kurang lengkap.
  2. Karena eksplesit, standar akuntasi berbasis aturan beresiko berumur pendek karena turbulensi perubahan lingkungan akuntansi.
  3. Terasa over-regulated atau berlebihan oleh pengguna standar.

Garis Besar Haluan Standar Akuntansi (GBHSA) terbesar antara lain adalah penyusunan standar akan standar berbasis aturan (Rule based) atau standar berbasis prinsip (Principle based). Perdebatan mengenai principal based dan rules based telah berlangsung selama lebih dari satu decade. Proses konvergensi IASB dengan FASB terus berjalan untuk menghilangkan perbedaan mendasar dari dua standar akuntansi dunia tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s